Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini menjadi perhatian besar pemerintah dan masyarakat. Ribuan anak sekolah menerima makanan harian, sehingga kualitas makanan, kebersihan dapur, dan keamanan proses pengolahan harus memenuhi standar tinggi.
Untuk memastikan semua pihak menjalankan sistem yang aman dan terkontrol, diperlukan yang namanya Sertifikasi MBG.
Sertifikasi ini penting untuk dapur sekolah, dapur komunitas, UMKM pangan, hingga penyedia jasa katering yang terlibat dalam penyediaan makanan MBG. Artikel ini membahas apa itu Sertifikasi MBG, kenapa wajib dimiliki, serta bagaimana cara mendapatkannya.
Apa Itu Sertifikasi MBG?
Sertifikasi MBG adalah proses penilaian yang memastikan bahwa dapur atau penyedia makanan dalam program Makan Bergizi Gratis sudah memenuhi standar:
- Keamanan pangan
- Kebersihan dapur
- Pengendalian mutu
- Sistem pengolahan makanan yang higienis
- Pengendalian bahaya kontaminasi
- Standar kelayakan distribusi dan penyimpanan
Sertifikasi ini tidak hanya memastikan makanan aman dikonsumsi, tetapi juga menjamin proses produksi sesuai pedoman pemerintah, terutama yang terkait dengan higienitas dan keselamatan konsumsi.
Mengapa Sertifikasi MBG Penting?
1. Menjamin Keamanan dan Kesehatan Anak
Program MBG menyasar kelompok usia anak sekolah yang rentan terhadap kontaminasi makanan. Dapur tanpa standar yang jelas berisiko menyebabkan keracunan.
2. Meningkatkan Kepercayaan Sekolah dan Pemerintah
Penyedia makanan yang bersertifikasi lebih dipercaya karena terbukti memiliki sistem pengolahan yang aman.
3. Mencegah Risiko Hukum
Tanpa standar keamanan, pengelola dapur bisa menghadapi sanksi apabila terjadi insiden.
4. Menjadi Syarat Kerjasama
Dalam banyak daerah, perusahaan katering atau dapur yang ingin bekerja sama dengan program MBG wajib memiliki sertifikasi pendukung, misalnya:
- Sertifikasi Keamanan Pangan
- Sertifikat Laik Higiene Sanitasi
- ISO 22000
- HSE / K3
- Sertifikasi HSP (Higiene Sanitasi Pangan)
Jenis Sertifikasi yang Umumnya Dibutuhkan untuk Dapur MBG
Berikut beberapa jenis sertifikasi atau dokumen pendukung yang umumnya diperlukan:
1. Sertifikasi Higiene Sanitasi Pangan (HSP)
Wajib bagi dapur yang ingin memastikan makanan bebas kontaminasi biologis, kimia, dan fisik.
2. Sertifikasi ISO 22000 (Keamanan Pangan)
Standar internasional untuk sistem manajemen keamanan pangan dan proses produksi makanan.
3. Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS)
Diterbitkan oleh dinas kesehatan untuk dapur atau tempat pengolahan makanan.
4. Sertifikat Laik Fungsi (SLF) Dapur
Memastikan bangunan dapur aman dan sesuai standar konstruksi.
5. Sertifikasi K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)
Membantu mengurangi risiko kecelakaan di dapur seperti kebakaran, ledakan, dan kebocoran gas.
Semakin lengkap sertifikasi yang dimiliki, semakin tinggi peluang diterima sebagai pemasok MBG.
Apa Saja Persyaratan Sertifikasi MBG?
Secara umum, dapur MBG harus memenuhi persyaratan berikut:
- Area dapur bersih dan terbagi sesuai fungsi (preparation, cooking, finishing)
- Sumber air bersih memenuhi standar
- Karyawan memiliki pelatihan keamanan pangan
- Menggunakan peralatan stainless yang mudah dibersihkan
- Memiliki SOP pengolahan makanan
- Tersedia fasilitas cuci tangan, wastafel, dan sanitasi
- Penyimpanan bahan baku terpisah antara basah dan kering
- Adanya sistem pengendalian hama
- Memiliki dokumentasi proses dan catatan kebersihan
Dokumen tambahan seperti struktur organisasi, daftar peralatan, dan laporan inspeksi sanitasi biasanya juga diminta.
Bagaimana Cara Mendapatkan Sertifikasi MBG?
1. Melakukan Persiapan Internal
Rapikan dapur, susun SOP, latih karyawan, dan cek seluruh area agar sesuai standar.
2. Menghubungi Konsultan atau Lembaga Sertifikasi
Banyak pengelola dapur menggunakan jasa konsultan profesional untuk mempercepat proses.
3. Audit atau Inspeksi Lapangan
Petugas akan memeriksa kondisi dapur, fasilitas, dan proses pengolahan makanan.
4. Perbaikan Jika Diperlukan
Jika ada temuan, perbaikan harus dilakukan sebelum sertifikat diterbitkan.
5. Penerbitan Sertifikasi
Setelah dinyatakan memenuhi persyaratan, barulah Sertifikasi MBG dan dokumen pendukung diterbitkan.
Berapa Lama Masa Berlaku Sertifikasi MBG?
Rata-rata sertifikasi pendukung keamanan pangan berlaku antara 1–3 tahun, tergantung jenis sertifikasinya.
Beberapa sertifikat seperti SLHS atau HSP perlu diperbarui secara berkala agar tetap sah digunakan.
Kesimpulan
Sertifikasi MBG adalah standar penting untuk memastikan dapur atau penyedia makanan dalam program Makan Bergizi Gratis bekerja sesuai aturan kesehatan, keamanan, dan higienitas.
Dengan sertifikasi yang lengkap, dapur MBG dapat:
- Menjamin keamanan konsumsi
- Memenuhi syarat pemerintah
- Mencegah risiko kontaminasi
- Meningkatkan kepercayaan publik
Jika Anda pengelola dapur sekolah, UMKM kuliner, atau penyedia katering, memiliki sertifikasi MBG adalah langkah wajib demi keamanan dan keberlanjutan kerja sama.